Digital Marketing dan Manfaatnya bagi Wirausaha
Oleh: Dwi Septian WIcaksono
Di era menuju revolusi industri 4.0 ini, teknologi digital telah menggusur teknologi konvesional yang pada awalnya dianggap sebagai hal yang paling mutakhir. Teknologi digital mengubah pola perilaku manusia terutama dalam jual-beli barang atau jasa, karena adanya perubahan perilaku konsumen, maka pemilik bisnis juga harus mengubah cara ia memenuhi kebutuhan si konsumen yang berubah yang disebabkan adanya teknologi digital. Perkembangan teknologi digital tidak dapat dihindarkan, akibatnya mau tidak mau setiap manusia harus bisa beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Jika tidak, ia akan stuck di situ saja dan sulit mencapai sesuatu yang diinginkan. Maka pemilik bisnis harus beradaptasi dengan cara ia memasarkan produk yang tidak lagi secara konvesional, namun mulai menggunakan pemasaran secara digital atau digital marketing.
Apa sobat dunia kampus pernah mendengar istilah tersebut?, istilah tersebut masih berkaitan dengan pembahasan sebelemunya tentang wirausaha digital. Digital marketing merupakan tata cara memasarkan suatu produk atau jasa dengan memanfaatkan teknologi seperti pemasaran melalui media sosial. Mengapa digital marketing sangat penting di masa sekarang? Karena adanya peluang yang sangat menjanjikan terutama di negara dengan salah satu populasi terbesar di dunia, yaitu Indonesia.
Berdasarkan sebuah data pada tahun 2019, dari 269,2 juta jiwa penduduk Indonesia, 56% nya atau sekitar 150 juta di antaranya sudah melakukan penetrasi terhadap penggunaan internet, kemudian seluruh pengguna internet tersbebut sudah menggunakan sosial media secara aktif, sekitar 130 juta atau 80% pengguna aktif sosial media mengaksesnya dengan menggunakan smartphone. Artinya tidak seperti masa-masa sebelumnya di mana smatphone merupakan barang yang mewah untuk dimiliki, sekarang hampir semua kalangan bisa mempunyai smartphone dengan harga yang terjangkau. Ketika mereka membeli smartphone, otomatis di dalam smartphone tersebut sudah terpasang berbagai medial sosial seperti instagram, youtube, twitter, dan sejenisnya. Maka tidak menutup kemungkinan, marketing perusahaan saat ini menggunakan media sosial sebagai target utama pemasaran produk.
Peluang untuk memanfaatkan digital marketing di Indonesia berdasarkan data tahun 2019 semakin diperkuat dengan data setahun setelahnya, yaitu tahun 2020. Pada tahun 2020, terjadi peningkatkan jumlah penduduk Indonesia sebesar 1,1% yaitu menjadi 2,9 juta jiwa, dan pengguna smartphone bertambah sebesar 4,6% yaitu sekitar 15 juta jiwa. Artinya pertumbuhan pengguna smartphone lebih pesat dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk. Begitu juga dengan pengguna internet, bertambah sebesar 17%, yaitu sekitar 23 juta jiwa, dan pengguna aktif sosial media bertambah sebesar 8,1%, yaitu sekitar 12 juta jiwa.
Dari kedua data yang menunjukan perkembangan dalam pemanfaatan teknologi digital, dapat disimpulkan bahwa pengguna smartphone, pengakses internet, pengguna aktif sosial media tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk di suatu negara itu sendiri. Hal ini harus dipandang positif oleh para wirausaha sebagai peluang untuk meningkatkan penjualan produk mereka melalui digital marketing, tidak lagi menggunakan strategi pemasaran konvesional seperti membagikan brosur, memasang billboard. Karena konsumen saat ini cenderung tidak acuh terhadap hal-hal tersebut, Contohnya ketika bagian marketing membagikan brosur kepada orang yang lewat, kemungkinan orang tersebut tidak akan membaca berulang-ulang terlebih jika brosrunya ditaruh di sembarang tempat dan akhirnya lupa. Begitu juga dengan billboard, setiap orang yang lewat belum tentu akan melewati jalan yang sama di mana billboard dipasang, maka bukan hal yang efektif dan efisien bagi perusahaan di masa ini. Hal tersebut bertolak belakang jika pemasaran dilakukan melalui digital terutama media sosial.
Berdasarkan sebuah survei tahun 2019, rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktunya dalam mengakses internet selama 8 jam 36 menit, dan menggunakan sosial media selama 3 jam 26 menit. Ditambah dengan kondisi pandemi Covid-19 ini yang memaksa masyarakat di seluruh dunia bergantung pada teknologi digital, maka tentu ada kenaikan yang sangat pesat dari penggunaan media digital saat ini.
Lalu media sosial apa yang sering digunakan oleh konsumen sebagai pertimbangan target digital marketing perusahaan? Sebuah data pada tahun 2019 menunjukkan beberapa platform media sosial yang paling digemari oleh pengguna internet, peringkat pertama didominasi oleh YouTube, diikuti oleh WhatsApp, Facebook, Instagram, Line, dan seterusnya. Berdasarkan data tersebut, pelaku usaha setidaknya memberi prioritas terhadap media sosial apa saja yang akan menjadi target digital marketingnya
Setelah memahami peluang-peluang dari digital marketing, maka harus ada strategi-strategi untuk menunjang keberhasilan digital marketing, agar usaha lebih berkembang, produk yang dipasarkan lebih dikenal, produk tersebut bisa bersaing di pasar. Strategi tersebut dikenal dengan SOSTAC, yaitu: Situation Analysis, Objectives, Strategy, Tactics, Actions, dan Control.
Situation Analysis, kita harus tahu posisi usahanya sedang ada di posisi apa. Seperti tingkat penjualan seperti apa, bagaimana pelayanan kepada konsumen saat ini, apakah sudah cukup efisien dalam hal biaya, bagaimana kita membangun hubungan dengan konsumen, lalu bagaimana memperpanjang pelayanan kita terhadap konsumen. Digital marketing akan cukup membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.
Objectives, kita harus tahu apa tujuannya berdasarkan situasi yang ada. Apa yang harus dikembangkan, apa yang harus dibenahi.
Strategy, kita harus tahu strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Maka wirausaha harus mengetahui segmentasi penjualannya siapa, targetnya siapa. Dalam aspek ini juga harus menjelaskan keunggulan dari produk sendiri dengan jelas dibanding produk pesaing dengan jelas. Ketika kita mendapatkan feedback negatif dari produknya, maka wirausaha bisa memberikan feedback
Tactics, kita harus merancang strategi yang lebih spesifik untuk mencapai tujuan. Seperti melakukan promosi dengan media sosial, menjalin komunikasi dengan konsumen melalui feedback, merancang jadwal untuk posting di sosial media, merancang peluncuran produk baru, dan lainnya secara detail. Berbeda dengan aspek strategy yang hanya menjelaskan secara umum saja.
Actions, setelah strategi tersusun, wirausaha harus tahu langkah-langkah apa yang akan diterapkan ke depannya. Siapa yang akan melakukan penjualan, pemasaran. Dan kapan kegiatan tersebut akan dilakukan
Control, kita harus mengontrol ketika langkah-langkah yang disusun telah diterapkan, dengan membuat tolak ukur apakah hal tersebut sudah cukup untuk mengarahkan kita ke tujuan yang telah ditetapkannya. Pengukurannya bisa dimulai dari apakah actions sudah sesuai dengan strategi dan taktik yang telah dirancang, lalu apakah penjualannya naik sesuai dengan objective yang kita rancang, kemudian sudahkah kepuasan customer naik sesuai dengan yang kita harapkan. Contohnya sudah berapa banyak penambahan folllower produk kita, dari penambahan tersebut, sudah berapa persen follower yang memutuskan untuk membeli produk kita.
Dari penjelasan tentang digital marketing sebelumnya, mulai dari pengertian, berbagai peluang yang ada ketika kita memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk di Indonesia, lalu strategi yang diperlukan untuk keberhasilan digital marketing. Pastinya sobat dunia kampus sudah mulai tertarik untuk beralih dari marketing konvesional ke marketing secara digital, karena bukan kemajuan teknologi yang beradaptasi dengan kehidupan manusia, tapi manusialah yang harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi tersebut.
Jangan lupa berkunjung ke https://www.duniakampus40.net/ untuk menambah pengetahuan seputar kewirausahaan dan lainnya.
Comments
Post a Comment